Berita, Kegiatan dan Liputan

12 November 2025 Liputan

📰 Siswa SMA Negeri 1 Ambon Telusuri Jejak Perlawanan Pattimura di Saparua

 

 

Ambon, Maluku – Dalam rangka memperkaya pemahaman sejarah lokal dan nasional, SMA Negeri 1 Ambon akan menyelenggarakan Field Trip Sejarah bertajuk "Menelusuri Lokasi Perlawanan Pattimura di Saparua". Kegiatan ini dirancang sebagai implementasi kurikulum mata pelajaran Sejarah, khususnya materi Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme dan Imperialisme, dengan fokus utama pada Perang Pattimura tahun 1817.
Kegiatan edukatif ini akan diikuti oleh total 200 siswa kelas XI dari SMA Negeri 1 Ambon. Field trip akan dilaksanakan dalam tiga gelombang perjalanan pada bulan Oktober dan November 2025, yaitu pada Selasa, 21 Oktober; Selasa, 28 Oktober; dan Senin, 10 November.
Pembelajaran Kontekstual yang Inovatif
Menurut TOR yang disahkan oleh Kepala Sekolah Dra. E. Laturiuw M.S.i dan Guru Mata Pelajaran Sejarah Viona N.A. Atihuta S.Pd, tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengubah konsep sejarah yang abstrak menjadi realitas yang dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh siswa.
Tujuan utama dari kegiatan ini meliputi:
Kognitif: Memahami secara mendalam kronologi, strategi, dan dampak Perang Pattimura 1817 melalui observasi langsung di situs sejarah.
Afektif: Menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai kepahlawanan, nasionalisme, dan semangat juang yang dicontohkan oleh Kapitan Pattimura.
Keterampilan: Mampu merekonstruksi dan menganalisis peristiwa sejarah berdasarkan data dan bukti fisik di lapangan.
Rute Perjalanan Penuh Sejarah
Perjalanan satu hari penuh ini dijadwalkan dari pukul 05.00 hingga 19.00 WIT. Siswa akan dibawa langsung ke Pulau Saparua, yang merupakan saksi bisu keberanian Thomas Matulessy (Pattimura) dalam memimpin perlawanan melawan Pemerintah Kolonial Belanda.
Beberapa lokasi penting yang akan dikunjungi meliputi:
Gunung Saniri: Lokasi perundingan para kapitan yang digunakan untuk mengatur strategi perang.
Pantai Waisisil: Tempat terjadinya perlawanan sengit Pattimura dan pasukannya terhadap pasukan Belanda yang dipimpin Mayor Beetjes pada 20 Mei 1817.
Benteng Duurstede: Pusat kekuasaan Belanda yang menjadi lokasi pertempuran kunci. Siswa akan menganalisis peran benteng, kronologi penangkapan, dan tragedi eksekusi pada 16 Desember 1817.
Museum dan Kediaman Rumah Thomas Matulessy: Untuk menyaksikan koleksi peninggalan sejarah dan menghayati simbol kepahlawanan sentral Pattimura di Maluku.
Di akhir kunjungan, siswa akan mengikuti sesi Diskusi Lapangan dan Evaluasi Singkat untuk merangkum dan menganalisis temuan mereka, sebelum kembali ke SMA Negeri 1 Ambon.
Kegiatan field trip ini diharapkan memberikan pengalaman belajar yang berkesan (experiential learning) dan memperkuat citra sekolah sebagai institusi yang peduli terhadap pendidikan karakter dan sejarah lokal

Scroll